Pemuda di zaman Rasulullah berberan aktif sebagai tulang punggung dakwah, militer, bahkan administrasi Islam. Mereka tidak hanya beribadah, tapi juga memimpin pasukan untuk berjihad. Rasulullah SAW telah berhasil membangun madrasah-madrasah dengan tuntunan wahyu ke dalam dada-dada mereka, sehingga mental mereka menjadi kokoh dan tidak mudah terbawa hawa nafsu.
Banyak dari kita yang terjebak dalam lingkaran angan-angan. Kita sering kali memiliki keinginan yang besar untuk sukses, bermimpi memiliki hidup yang lebih baik, dan berambisi menjadi orang hebat. Namun sayangnya, langkah kita sering terhenti hanya pada sebatas "ingin, dan ingin menjadi".
Berdakwah di tengah organisasi atau komunitas perjuangan bukan sekadar menyampaikan kebenaran. Ia adalah perjumpaan antara ilmu, adab, dan realitas manusia yang penuh dengan sejarah, jasa, serta rasa memiliki.
Zona nyaman itu tidak selalu salah. Ia memberi rasa aman, stabil, dan tenang. Namun ketika zona nyaman berubah menjadi alasan untuk tidak bertumbuh, di situlah ia menjadi jebakan.
Kalau dunia ini panggung sandiwara, maka minyak adalah aktor utama yang selalu minta bayaran mahal, bahkan sebelum tampil. Begitu ada konflik di Timur Tengah, harga minyak melonjak seperti harga cabai menjelang Lebaran.
Ramadhan selalu datang dengan dua wajah. Di satu sisi, masjid dipenuhi oleh jamaah yang rindu sujud, tilawah, dan i’tikaf. Namun di sisi lain, kita juga menyaksikan fenomena yang tidak kalah mencolok: warkop dan kafe yang ramai hingga larut malam, bahkan menjelang sahur.