Penulis: Ahmadie Thaha (Cak AT) |
Bayangkan sebuah panggung megah di Washington, penuh lampu kristal diplomatik, karpet merah tebal, dan spanduk bertuliskan “Peace”. Lalu, pada Kamis hari ini (19/2/2026) masuklah para delegasi dunia, sebagian membawa map, sebagian membawa harapan, dan sebagian lagi — sejujurnya — membawa proposal proyek.